22/04/2021

5 Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Agar Harmonis

Komunikasi yang baik dalam keluarga merupakan hal terpenting agar tercipta keharmonisan. Dalam hubungan keluarga pun, komunikasi antara anak dengan orang tua harus tercipta sejak dini. Apalagi keluarga adalah madrasah bagi anak-anak agar tercipta manusia-manusia yang memiliki peradaban.

5 pola komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak agar harmonis

Sering kita jumpai orang tua yang memiliki masalah dengan anak pada saat dewasa. Hal tersebut terjadi karena pada saat anak-anak masih kecil tidak dibangun sebuah kedekatan yang baik melalui komunikasi yang terbuka.

Akibatnya anak enggan terbuka untuk menceritakan permasalahan yang menimpanya pada orang tua. Orang tua lebih banyak basa-basi ketimbang menanyakan titik permasalahan yang sedang dialaminya.

Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak

Kesibukan orang tua pun menjadi penyebab kurangnya perhatian pada anak, sehingga kebanyakan orang tua tidak sesuai dengan harapan anak. Sebagai contoh, pada saat ulang tahun anak, orang tua hanya memberikan kado sebagai ungkapan sayangnya, namun sebenarnya anak lebih mengharapkan waktu dan perhatian bersama keluarga.

Jika hal tersebut terjadi secara terus-menerus, maka akan membuat anak tidak kritis, sehingga dampaknya anak akan sulit berkomunikasi baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitarnya. 

Berikut ini 5 pola komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak agar tercipta kondisi keluarga yang harmonis.

1. Meluangkan Waktu Bersama Anak

Padatnya pekerjaan sering kali orang tua mengabaikan kedekatan dengan anak. Padahal jika ada waktu luang, maka sempatkan waktu untuk menjalin kedekatan bersama anak. Ajak anak untuk ngobrol, semisal menanyakan kegiatan anak selama seharian. Dengan begitu anak secara tidak langsung belajar terbuka.

Ajak pula anak untuk bercerita mengenai hal lain, seperti cerita tentang kegiatannya di sekolah. Dengan begitu dapat membangun bonding antara anak dengan orang tua. Jika anak meminta saran dan pendapat dari orang tua, maka berilah jawaban yang yang lugas namun santai.

2. Melakukan Aktivitas Bersama Anak

Sesibuknya orang tua bekerja, pasti ada saat libur. Saat libur seperti itu adalah kesempatan orang tua untuk menjalin kedekatan bersama anak. Buatlah jadwal rutin bersama keluarga di luar rumah, misalnya berlibur ke tempat wisata atau lain sebagainya. 

Tidak hanya liburan, aktivitas bersama anak pun dapat dilakukan di rumah, misalnya membuat permainan kecil yang melibatkan anak. Dengan mengajaknya bermain dan memberinya tantangan pada saat bermain agar dapat menyelesaikan tantangan, maka hal itu akan membangun kepercayaan pada anak.

3. Libatkan Anak dalam Menentukan Pilihan

Seringkali apa yang direncanakan oleh orang tua tidak sesuai dengan harapan anak. Misalnya membuat perencanaan untuk liburan. Saat seperti itu anak pun harus dilibatkan dalam menentukan pilihan dalam kegiatan keluarga. Hal tersebut akan membuat anak berani mengemukakan pendapatnya.
Baca juga:
Dalam menentukan pilihan, anak memang tidaklah seluruhnya dilibatkan. Namun untuk membangun sebuah komunikasi yang harmonis, maka peran anak sangat penting. Selain dapat memberikan kepercayaan pada anak, anak pun secara tidak langsung dapat belajar untuk lebih menghargai orang tua.

4. Menghargai Pendapat Anak

Menghargai pendapat anak dalam mengemukakan pendapatnya merupakan salah satu cara lain untuk membangun komunikasi yang baik. Berikan pujian pada anak jika telah melakukan kebaikan agar terbangun hubungan yang hangat.

5. Nasehati Anak Jika Melakukan Kesalahan

Orang tua tidak boleh mematahkan semangat anak untuk melakukan hal apapun. Jika mendapati anak melakukan kesalahan, maka sudah sewajarnya orang tua menasehati serta membimbingnya. Memberi masukan pada anak, tidak perlu dengan memarahi dengan kata-kata kasar apalagi dengan tindak kekerasan. Berilah alasan kenapa bisa melakukan kesalahan serta biasakan untuk meminta maaf jika telah melakukan kesalahan.

Kesimpulan

Sebagian anggapan orang tua, komunikasi dengan anak merupakan hal yang sederhana dan terkesan mudah dilakukan, namun ternyata sebenarnya memiliki manfaat yang besar terhadap perkembangan anak.

Mengembangkan rasa percaya diri anak dapat membantu dalam membangun hubungan dengan orang lain yang ada disekitarnya. Oleh karena itu komunikasi antara orang tua dengan anak sangat diperlukan sejak dini. Selain itu, pada hakikatnya dengan membangun komunikasi antara anak dengan orang tua dapat menyatukan ikatan kasih sayang lebih kuat.

bm

Seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang puteri dan selalu menyempatkan waktu untuk membuat tulisan di blog yang saya kelola ini.

6 Comments

Mohon untuk memberikan komentar dengan bahasa yang sopan serta tidak meninggalkan spam dan memasang link aktif disini..!!!

Terimakasih atas perhatiannya...

  1. Bener banget mba, komunikasi dengan anak agak terganggu dari kecil bisa berdampak hingga dewasa, duh... Aku masih harus banyak belajar banget ketika berkomunikasi sama anak

    BalasHapus
  2. Saya sangat setuju nih dengan tulisan mbaa, komunikasi orang tua dengan anak sangat penting, kedekatan org tua dan anak pun sbnernya bisa membangun percaya diri anak dan mental anak itu sendiri, karna sebenrnya anak ini hanya butuh kasih syg dan rasa dekat dngan org tuaa mereka..

    BalasHapus
  3. Mendengarkan pendapat anak ini penting ya. Tidak berarti karena kita orang tua lalu tidak mau mendengar apa pendapat anak. Justru yang saya alami kita bisa belajar banyak juga dari cara pikir dan pendapat anak yang mana anak jaman sekarang justru lebih pintar dan banyak ide

    BalasHapus
  4. Anak harus diajarkan sedari dini rasa nyaman berkomunikasi dengan orang tua, Sehingga meraka mengetahui bahwa kedua orangtua merupakan tempat ternyaman untuknya berbagi cerita ya mba.

    BalasHapus
  5. Polah asuh orang tua memang sangat berpengaruh ke perkembangan anak ya kak. Sebagai orang tua juga perlu upgrade ilmunya untuk mengikuti perkembangan anak.

    BalasHapus
  6. alhamdulillah
    komunikasi dengan anak sudah saya lakukan sejak anak bayi merah
    meski dia blm bisa menjawab tapi dari responnya saya tahu dia paham dan itu sangat mengeratkan kami
    sampai sekarang ketika anak udah 10 tahun komunikasi ttp lancar
    saya meminta anak selalu menceritakan apa yg dialami dan dirasakanny
    saya menjadi orang pertama yang dicari anak ketika dia dlm suka dan duka

    BalasHapus
avatar
Admin Jari Lentik Online
Selamat datang di Blog Jari Lentik
Untuk bekerjasama, silakan kirim pesan langsung
Chat with WhatsApp